Surat Pemberitahuan (SPT)

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Surat Pemberitahuan (SPT) PDF Cetak Email
Sunday, 20 January 2008 19:43

Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Terdapat dua macam SPT yaitu:
a.SPT Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak.
b.SPT Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.

Pengisian & Penyampaian SPT
- Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan.
- Wajib Pajak yang telah mendapat izin Menteri Keuangan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah, wajib menyampaikan SPT dalam bahasa Indonesia dan mata uang selain Rupiah yang diizinkan.

Fungsi SPT
a. Wajib Pajak PPh
Sebagai sarana WP untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang :
- pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak;
- penghasilan yang merupakan objek pajak dan atau bukan objek pajak;
- harta dan kewajiban;
- pemotongan/ pemungutan pajak orang atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak.

b. Pengusaha Kena Pajak
Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah PPN dan PPn BM yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang :
- pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran;
- pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh PKP dan atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak, yang ditentukan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

c. Pemotong/ Pemungut Pajak
Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkan.

Tempat pengambilan SPT
Setiap WP harus mengambil sendiri formulir SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4), Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Kantor Wilayah DJP, Kantor Pusat DJP, atau melalui website DJP : http://www.pajak.go.id atau mencetak/ menggandakan/ fotokopi dengan bentuk dan isi yang sama dengan aslinya.

Ketentuan Tentang Pengisian SPT
SPT wajib diisi secara benar, lengkap, jelas dan harus ditandatangani. Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan oleh WP, harus dilampiri surat kuasa khusus. Untuk Wajib Pajak Badan, SPT harus ditandatangani oleh pengurus/direksi.

Ketentuan Tentang Penyampaian SPT
1.SPT dapat disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP, KP4 atau KP2KP setempat, atau melalui jasa ekspedisi atau jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak.
2.Batas waktu penyampaian:
a.Penyampaian SPT Tahunan PPh Badan paling lambat 4 bulan sejak akhir Tahun Pajak.
b.Wajib Pajak dengan kriteria tertentu dapat melaporkan beberapa Masa Pajak dalam 1 (satu) SPT Masa.
c.SPT Masa, paling lambat dua puluh hari setelah akhir Masa Pajak.
d.SPT Tahunan PPh Orang Pribadi, paling lambat tiga bulan setelah akhir Tahun Pajak.
3.SPT yang disampaikan langsung ke KPP/KP4 diberikan bukti penerimaan. Dalam hal SPT disampaikan melalui pos secara tercatat, bukti serta tanggal pengiriman dianggap sebagai bukti penerimaan.

Penyampaian SPT melalui Elektronik (e-SPT)
Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT secara elektronik (e-Filling) melalui perusahaan Penyedia jasa aplikasi (Application Service Provider) yang ditunjuk oleh DJP. Wajib Pajak yang telah menyampaikan SPT secara e-Filling, wajib menyampaikan induk SPT yang memuat tanda tangan basah dan Surat Setoran Pajak (bila ada) serta bukti penerimaan secara elektronik ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar melalui Kantor Pos secara tercatat atau disampaikan langsung, paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal penyampaian SPT secara elektronik. Penyampaian SPT secara elektronik dapat dilakukan selama 24 (dua puluh empat) jam sehari dan 7 (tujuh) hari seminggu. SPT yang disampaikan secara elektronik pada akhir batas waktu penyampaian SPT yang jatuh pada hari libur, dianggap disampaikan tepat waktu.

Perpanjangan Waktu Penyampaian SPT Tahunan
Apabila WP tidak dapat menyelesaikan/ menyiapkan laporan keuangan tahunan untuk memenuhi batas waktu penyelesaian, WP berhak mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan paling lama 2 (dua) bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis disertai surat pernyataan mengenai penghitungan sementara pajak terutang dalam 1 (satu) tahun pajak dan bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang atau dengan cara lain yang ketentuan diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan.
Sanksi Tidak Atau Terlambat Menyampaikan SPT
SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, dikenakan sanksi administrasi berupa denda :
1. SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Rp 100 ribu;
2. SPT Tahunan PPh Badan Rp 1 juta;
3. SPT Masa PPN Rp 500 ribu;
4. SPT Masa Lainnya Rp 100 ribu.

Pembetulan SPT
untuk pembetulan SPT atas kemauan WP sensiri dapat dilakukan sampai dengan daluwarsa, kecuali untuk SPT Rugi atau SPT Lebih Bayar paling lama 2 tahun sebelum daluwarsa, sepanjang belum dilakukan pemeriksaan. Sanksi administrasi atas pembetulan SPT dengan kemauan Wajib Pajak sendiri setelah Pemeriksaan tetapi belum dilakukan penyidikan 150% dari pajak yang kurang dibayar.

Batas Waktu Pembayaran Pajak

- Batas waktu pembayaran dan penyetoran pajak yang terutang untuk suatu saat atas Masa Pajak ditetapkan oleh Menteri Keuangan dengan batas waktu tidak melewati 15 (lima belas) hari setelah saat terutangnya pajak atau Masa Pajak berakhir.
- Batas waktu pembayaran untuk kekurangan pembayaran pajak berdasarkan SPT Tahunan paling lambat sebelum SPT disampaikan.
- Jangka waktu pelunasan surat ketetapan pajak untuk Wajib Pajak usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu paling lama 2 bulan.

Sanksi Keterlambatan Pembayaran Pajak
Atas keterlambatan pembayaran pajak, dikenakan sanksi denda administrasi bunga 2% (dua persen) sebulan dari pajak terutang dihitung dari jatuh tempo pembayaran. Wajib Pajak yang alpa tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan dapat merugikan negara yang dilakukan pertama kali tidak dikenai sanksi pidana tetapi dikenai sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 200% dari pajak yang kurang dibayar.

 

Dibalik Makna Ramadhan

•September 1, 2008 • 2 Komentar

Ini hari pertama di Bulan Ramadhan 1429 H atau Sept.2008,tidak seperti biasa Bulan ini buka puasa sendiri jauh dari anak dan istri, tapi hati ini iklas karena ini semua demi keluarga, merantau untuk mencari nafkah,

Jadwal Buka Puasa

•September 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tak terasa bulan Puasa telah tiba, kita masih diberikan kesempatan dan umur panjang oleh Allah SWT, mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan umur panjang itu dengan segala amal kebaikan, dan inilah saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk berlomba dijalan Allah,dan bagi umat muslim yang berpuasa yang ini mengetahui jadwal buka puasa anda tinggal klik disini, mudah mudahan bermanfaat monggooooooooooo,klik disini

Silahkan….

HASIL PENGHITUNGAN SUARA BUNIASIH

•Agustus 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
HASIL PENGHITUNGAN SUARA
UNTUK PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
DI KABUPATEN SUKABUMI
KECAMATAN TEGAL BULEUD
DESA BUNIASIH
Provinsi : Jawa Barat
Kabupaten / Kota : 32.01. Kabupaten BOGOR32.02. Kabupaten SUKABUMI32.03. Kabupaten CIANJUR32.04. Kabupaten BANDUNG32.05. Kabupaten GARUT32.06. Kabupaten TASIKMALAYA32.07. Kabupaten CIAMIS32.08. Kabupaten KUNINGAN32.09. Kabupaten CIREBON32.10. Kabupaten MAJALENGKA32.11. Kabupaten SUMEDANG32.12. Kabupaten INDRAMAYU32.13. Kabupaten SUBANG32.14. Kabupaten PURWAKARTA32.15. Kabupaten KARAWANG32.16. Kabupaten BEKASI32.17. Kabupaten BANDUNG BARAT32.71. Kota BOGOR32.72. Kota SUKABUMI32.73. Kota BANDUNG32.74. Kota CIREBON32.75. Kota BEKASI32.76. Kota DEPOK32.77. Kota CIMAHI32.78. Kota TASIKMALAYA32.79. Kota BANJAR
Kecamatan : 010. CIEMAS020. CIRACAP021. WALURAN030. SURADE031. CIBITUNG040. JAMPANG KULON041. CIMANGGU050. KALI BUNDER060. TEGAL BULEUD070. CIDOLOG080. SAGARANTEN081. CIDADAP082. CURUGKEMBAR090. PABUARAN100. LENGKONG110. PELABUHAN RATU111. SIMPENAN120. WARUNG KIARA121. BANTARGADUNG130. JAMPANG TENGAH131. PURABAYA140. CIKEMBAR150. NYALINDUNG160. GEGER BITUNG170. SUKARAJA171. KEBONPEDES172. CIREUNGHAS173. SUKALARANG180. SUKABUMI190. KADUDAMPIT200. CISAAT201. GUNUNGGURUH210. CIBADAK211. CICANTAYAN212. CARINGIN220. NAGRAK221. CIAMBAR230. CICURUG240. CIDAHU250. PARAKAN SALAK260. PARUNG KUDA261. BOJONG GENTENG270. KALAPA NUNGGAL280. CIKIDANG290. CISOLOK291. CIKAKAK300. KABANDUNGAN
Desa / Kelurahan : 001. SUMBERJAYA002. BUNIASIH003. TEGALBULEUD004. CALINGCING005. RAMBAY006. NANGELA007. SIRNAMEKAR008. BANGBAYANG
No. Nomor TPS
H. Danny Setiawan
dan
Mayjen TNI (Purn) Iwan R. Sulandjana

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar
dan
Drs. Nu`man Abdul Hakim

H. Ahmad Heryawan
dan
H. Dede Yusuf
Total
1 TPS-001 72 16,07% 193 43,08% 183 40,85% 448
2 TPS-002 113 26,28% 130 30,23% 187 43,49% 430
3 TPS-003 154 35,32% 134 30,73% 148 33,94% 436
4 TPS-004 137 36,83% 143 38,44% 92 24,73% 372
5 TPS-005 139 33,82% 130 31,63% 142 34,55% 411
6 TPS-006 114 34,65% 128 38,91% 87 26,44% 329
7 TPS-007 93 23,85% 210 53,85% 87 22,31% 390
JUMLAH PEROLEHAN SUARA 822 29,19% 1.068 37,93% 926 32,88% 2.816
Data terakhir hari Senin, 21 April 2008 Pukul 10:42:53

Anda mau jalan-jalan ke-daerah Jampang Kulon dan Buniasih..?

•Agustus 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Off-Road Trabas Bandung-Ujung Genteng

DISURVEI PAKAI CESNA


Tanjakan bukit. Suzuki TS lebih sip


Awas, mesin kesiram air laut


Muara Cikaso. Dua perahu digandeng buat ngangkut motor


Muara Cikarang Bolong. Motor digotong


Muara Cibuni. Masih bisa dilibas


Frans Tanujaya (depan) jadi pengawal

Udara dingin Bandung Selatan nggak menyurutkan adrenalin peserta. Dengan semangat pejuang ・5 memulai petualangan. Makin asyik, rute kali ini membuka jalur baru. Sebelumnya, menempuh Bandung-Pangandaran atau Tasikmalaya. Sekarang, Bandung-Ujung Genteng.

Sekitar 65 peserta ikutan. Dominasi naik Suzuki TS-125. Motor baru Korea, Hyosung Bowosa RX-125, ada 4 unit. Dua di antaranya disemplak Pieters Tanujaya dan test-ride MOTOR Plus. Tipe lain, Suzuki DR200 dan motor Austria KTM.

Maklum jalur anyar, kagak mau ambil risiko. Trabas survei 4 kali. 鉄urvei darat 3 kali. Sekali udara naik Cesna,・bilang Duddy Dewa, wakil ketua Trabas.

Jalur kali ini tergolong edan pisan. Etape pertama Jumat (17/8), alhamdulillah jalur masih bersahabat dengan peserta awam. Agak terasa berat di daerah Kertajaya. Jalan bukit bebatuan, bikin keseleo pinggang. Sedikit nurunin adrenalin, istirahat sekalian salat Jumat di Balai Gede. Hari pertama berakhir di Sindang Barang, Cianjur.

Hari kedua, off-road sesungguhnya. Peserta ditantang bercinta dengan alam perawan. Jalur didominasi pantai laut selatan.

Di pasir, risikonya ban nancep. Pengendalian oleng, mesin dipaksa kerja keras. Lumayan memeras tenaga. Bahkan yang jatuh tertimpa motor pun ada. Sialnya, kaki kena knalpot (baca: Kata Kita). Trik mudah, lewat pasir basah, lebih padat pasirnya, jadi ban tidak nancep.

Etape I, motor 125 cc 2-tak dan 4-tak, nggak jauh beda performanya. Tapi di etape II, masing-masing ada untung-ruginya. Di turunan curam, Hyosung 4-tak lebih sip. Tertolong engine-brake kompresi tinggi, cakram depan dan teromol belakang gede. TS-125 agak kerepotan. Pasalnya, kompresi rendah 2-tak, engine-brakenya kecil. Makin susah lagi, rem depan-belakang teromol kecil.

Tapi di tanjakan dan jalur berat pantai, Suzuki mendominasi. Bodi TS enteng. Andai jatuh pun, ngangkatnya kagak bikin ngos-ngosan. Tenaga lebih mumpuni mengatasi tanjakan. Hyosung ampun-ampun. Ngegasnya mesti sabar. Digeber malah ngedrop. Bobotnya berat, kalau jatuh, alamak..!

Asyiknya etape II, tak semua jalur bisa dilalui. Muara sungai Cibuni masih bisa dilewati. Tapi muara Cikaso, lebarnya sekitar 100 meter, dalam 5 meter, jadi harus naik perahu. Selain itu, muara Cikarang Bolong, motor mesti digotong.

Syukur banget, tepat pukul 17.00 rombongan sampai ke dunia sebenarnya, Ujung Genteng, Sukabumi. Suer, bener-bener pengalaman tak terlupakan. Hend/Foto  : F-16, Tato/Suzuki, Hendra

sumber motorplus 23 agustus 2001

Prev: Rekrut anggota
Next: IN MEMORIAM NANA ” BULDOG” SUHERNA

Jalan-jalan ke- Ujung Genteng….

•Agustus 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jalan – Jalan ke Ujung Genteng

Genteng “What an exciting weekend”. Itulah komentar yang bisa saya katakan tentang perjalanan yang saya lakukan akhir pekan kemarin. Betul-betul menambah pengalaman dan wawasan saya tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di Indonesia. Setelah pernah mengunjungi Baduy untuk melihat suku Baduy, Ujung kulon untuk melihat (telapak) Badak cula satu, Sawarna untuk melihat gua alam, bersama TIAC (Toyota Indonesia Adventurer Club) saya mengunjungi Ujung Genteng yang terletak di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tempatnya jauh di pesisir pantai selatan Jawa Barat dengan jarak tempuh sekitar 300 km dari Jakarta. Perjalanannya sendiri memakan waktu sekitar 7 jam. Sangat melelahkan memang, tapi benar-benar sebanding dengan apa yang kami dapatkan disana. Perjalanan kali ini memiliki misi menyaksikan proses penyu bertelur di pantai Pangumbahan, Sukabumi. Dikemas dengan tema “Help me to survive” TIAC ingin menanamkan lebih dalam kepedulian anggotanya kepada kelestarian alam dan makhluknya terutama Penyu Hijau (Chelonia Midas) yang diambang kepunahan itu.

Perjalanan dilakukan pada jumat malam (23 September 2005) after office hour. Kami berangkat jam 22.00 WIB. Lumayan macet malam itu. perjalanan yang dilakukan secara nonstop itu membawa kelelahan sendiri bagi sang sopir, karena kami semua sudah tidur, terpaksa sang sopir melaju terus sampai kami tiba di penginapan. Saya sempat geli mendengar celutukan pak Dedi malam-malam “pada gak kencing nih orang” hehehe…

Genteng3Kami tiba di Ujung Genteng sekitar jam 4.30 pagi. Sehabis sholat subuh, beberapa anggota TIAC sudah secara insting melakukan eksplorasi pantai tanpa agenda. Pagi pagi kami sudah disuguhkan panorama pantai yang alami dengan karang-karang yang bertebaran beserta makhluk-makhluk kecil di dalamnya. Sunrise menambah keindahan pagi. Benar-benar pemandangan yang indah. Setelah makan pagi, kami hiking ke pantai yang bernama Muara Buaya. Pantai ini sangat cocok untuk dipakai berenang karena beberapa puluh meter dari garis pantai terdapat jejeran karang yang melindungi pantai sehingga ombak di pinggir pantai tidak begitu kencang. Cuaca yang panas saat itu tidak menyurutkan yang mau berenang. Yah lumayan lah membuat kulit lebih berwarna warni.

Siang harinya diisi dengan istirahat sebentar. Setelah makan siang dan sholat dhuhur, rombongan berangkat menuju Curug Cikaso dengan menumpangi Truk. Seru juga siang itu. selama perjalanan dari penginapan ke lokasi curug, dipenuhi suasana canda dan konyol-konyolan. Yah pengalaman tersebut menjadi salah satu unforgettable moment juga. Ada sensasi tersendiri menumpangi truk dengan medan yang gak rata. Belum lagi banyak pohon yang menjuntai ke tengah jalan sehinggi setiap kali melewati pohon-pohon tersebut kami harus jongkok untuk menghindarinya. Untuk mencapai Curug Cikaso, tidak semudah yang dibayangkan. Setelah naik truk selama kurang lebih 45 menit, kami masih harus berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai air terjun yang terisolir di rerimbunan pohon itu. Curug Cikaso siang itu sangat deras sekali. Berdasarkan penjelasan penduduk setempat yang menjadi guide kami, derasnya air Curug Cikaso disebabkan karena debit air yang tinggi karena musim hujan. Yah memang. Curug itu sendiri membuat hujan lokal di sekitarnya. Saya basah kuyup sepulangnya dari sana. Selesai sesi di Curug, dengan menggunakan truk yang sama, perjalanan dilakukan menuju ke Dermaga Tua untuk menikmati sunset. Walau suasana agak mendung sehingga sunset tidak terlihat begitu jelas, kami menikmatinya dengan berfoto. Mungkin bisa disimpulkan selama perjalanan ini sesi berfoto sangat padat sekali. Hampir di setiap kesempatan, moment untuk berfoto benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Setelah menikmati sunset di Dermaga Tua, kami bersiap-siap untuk memasuki agenda utama, melihat penyu bertelur. Kami berangkat dari penginapan sekitar pukul 20.00. Dengan menumpang truk yang sama, kami berangkat ke lokasi yang letaknya sekitar 5 km dengan medan yang cukup berat. Berpasir dan berlumpur. Sempat beberapa kali ban truk selip namun ketangguhan truk tersebut berhasil mengantarkan kami ke tempat penangkaran penyu.

Sampai di tempat penangkaran suasana sangat gelap gulita dan senyap. Hal tersebut memang disengaja karena seekor penyu dewasa yang hendak bertelur akan mengurungkan niatnya dan kembali ke lepas pantai apabila ia mendeteksi adanya cahaya atau suara di pantai. Oleh sebab itu ketika kami sampai di tempat penangkaran kami diminta menunggu di pos konservasi. Kami tidak boleh menyalakan senter dan ribut. Baru ketika ada aba-aba dari petugas konservasi untuk

Jalan - Jalan ke Ujung Genteng

Chelonia Midas (penyu hijau) sedang bertelur di pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi 24 September 2005.

mendekati lokasi penyu bertelur barulah kami mendekati pantai. Sempat penasaran juga karena walau kami sudah ada di pantai tapi kami tetap disuruh menunggu. Tak lama kemudian kami semua dipanggil. Subhanallah, ternyata penyu yang sedang bertelur kala itu besar sekali. Diameternya kurang lebih sekitar 130 cm. tapi kata seorang kawan, penyu tersebut ukurannya sedang, karena biasanya ada yang lebih besar lagi dari penyu tersebut. Berdasarkan referensi, seekor penyu baru dapat bertelur dan berkembang biak ketika usianya sekitar 25 tahun. Dan uniknya, seekor penyu betina akan menetaskan telurnya di tempat dia menetas ketika masih menjadi tukik. Untuk alasan itulah mengapa menjaga kelestarian ekosistem tempat penyu berbiak menjadi sangat penting selain menjaga habitat hidup dan berkembang biak penyu. Spesies penyu yang telah bertahan lebih dari 200 juta tahun yang lalu sejak jama Trias memang merupakan salah satu makhluk hidup yang rentan kelangsungan hidupnya. Ancaman dari predator, baik predator alami seperti paus pembunuh atau hiu maupun predator manusia, telah mengancam kelangsungan hidupnya. Berdasarkan penelitian dari WWF, hanya sekitar 1 ekor penyu yang sanggup bertahan hidup dan bertelur dari 1000 telur yang dihasilkan. Probabilitas survival yang minim ini akan semakin kecil seiring dengan perkembangan saat ini dimana semakin banyak habibat asli penyu yang tergusur oleh aktivitas manusia. Dari 8 tempat berbiak alami penyu hijau, hanya tinggal satu saat ini yaitu si Pantai Pangumbahan yang kami kunjungi. Melihat proses konservasi dengan kelengkapan yang minim dan sederhana ditambah dengan minimnya pengawasan dari pemerintah atau pihak yang concern terhadap perkembangan populasi penyu hijau, banyak dari kami yang sangat prihatin melihat kenyataan itu. Tempat konservasi tersebut tidak jauh bedanya dengan sebuah entitas bisnis, karena kata mereka, untuk bertahanpun mereka masih membutuhkan sekian persen telur penyu yang mereka dapatkan untuk dijual dan dikonsumsi. Padahal tidak ada satu pihakpun terlebih lagi pemerintah yang melakukan pengawasan terhadap tempat konservasi yang dikelola swasta tersebut.

Sampai acara selesai, dalam benak saya masih tersimpan satu pertanyaan besar. Sampai kapankah mereka bertahan. Kadang saya berharap ada yang bisa saya lakukan untuk membantu penyu hijau berkembang karena penyu-penyu hijau ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan penyu yang berbiak di tempat lain di Indonesia maupun Malaysia. Harapan yang mungkin saat ini masih sebatas tidak mengkonsumsi produk dari penyu atau telur penyu.

Dan untunglah, sampai kami pulang ke Jakarta esok paginya, tidak ada satupun dari rombongan kami yang membeli telur penyu walaupun tidak sedikit penjaja telur yang menawarkan kepada kami, serta tidak sedikit pula kawan dan kerabat yang menitipkan untuk dibawakan telur penyu. Jalan-jalan ke Ujung Genteng, sebuah perjalanan akhir pekan yang tidak sekedar menawarkan kegembiraan dan kesenangan tetapi juga makna dan kesadaran untuk berbagi tempat kepada makhluk ciptaan Tuhan yang unik, dalam kehidupan.

Parangtritis

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

2. Pemandangan Parangtritis dari atas (Jalur bukit)

paris1a

Saung Kuring

•Agustus 28, 2008 • 2 Komentar


Personal Info

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nama  : Iwan Setyawan

Panggilan : Wanto/Iwan

Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi, 04 April 1979

Bintang : Aries

Alamat : Ds.Buniasih, Kec. Tegal Buleud, Kab. Sukabumi

E-Mail : setyawan2000id@yahoo.com

Weblog :setyawan2000id.wordpress.com

Ph. 085724323098

Terapi Air Putih

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Tips Kesehatan: Terapi Air Putih PDF Print E-mail
Written by KlikGratis Support
Wednesday, 27 June 2007
Image Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan.  Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan.  Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

  1. Sakit Kepala
  2. Asma
  3. Hosthortobics
  4. Darah Tinggi
  5. Bronchitis
  6. Kencing Manis
  7. Kurang Darah
  8. TBC
  9. Paru-paru
  10. Penyakit Mata
  11. Rematik
  12. Radang Otak
  13. Lumpuh
  14. Batu Ginjal
  15. Haid Tidak Teratur
  16. Kegemukan
  17. Penyakit Saluran Kencing
  18. Leukimia
  19. Radang/Sakit Persendian
  20. Kelebihan Asam Urat
  21. Kanker Peranakan
  22. Radang Selaput Lendir
  23. Mencret
  24. Kanker Payudara
  25. Gangguan Jantung
  26. Disentri
  27. Radang Tenggorokan
  28. Mabuk, Pusing, Gamang
  29. Ambeien
  30. Sembelit
  31. Batuk

Bagaimana Air Minum Itu Bekerja?

Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta tak terbantah,
seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru.

Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana Melakukan Terapi Air ini ?

Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai “usha paana chikitsa”.

Setelah itu anda boleh mencuci muka. Hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.

Apakah mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?

Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini, dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:

Sembelit – 1 Hari
TBC Paru-Paru – 3 Bulan
Kencing Manis – 7 Hari
Asam Urat – 2 Hari
Tekanan Darah – 4 Minggu
Kanker – 4 Minggu

Catatan :
Disarankan agar penderita radang / sakit persendian dan rematik melaksanakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan-selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Kami mohon dengan sangat, metode di atas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara dan tetangga karena hal ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat

” BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA “

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.