Saung Kuring

•Agustus 28, 2008 • 2 Komentar


Personal Info

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nama  : Iwan Setyawan

Panggilan : Wanto/Iwan

Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi, 04 April 1979

Bintang : Aries

Alamat : Ds.Buniasih, Kec. Tegal Buleud, Kab. Sukabumi

E-Mail : setyawan2000id@yahoo.com

Weblog :setyawan2000id.wordpress.com

Ph. 085724323098

Terapi Air Putih

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Tips Kesehatan: Terapi Air Putih PDF Print E-mail
Written by KlikGratis Support
Wednesday, 27 June 2007
Image Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan.  Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan.  Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

  1. Sakit Kepala
  2. Asma
  3. Hosthortobics
  4. Darah Tinggi
  5. Bronchitis
  6. Kencing Manis
  7. Kurang Darah
  8. TBC
  9. Paru-paru
  10. Penyakit Mata
  11. Rematik
  12. Radang Otak
  13. Lumpuh
  14. Batu Ginjal
  15. Haid Tidak Teratur
  16. Kegemukan
  17. Penyakit Saluran Kencing
  18. Leukimia
  19. Radang/Sakit Persendian
  20. Kelebihan Asam Urat
  21. Kanker Peranakan
  22. Radang Selaput Lendir
  23. Mencret
  24. Kanker Payudara
  25. Gangguan Jantung
  26. Disentri
  27. Radang Tenggorokan
  28. Mabuk, Pusing, Gamang
  29. Ambeien
  30. Sembelit
  31. Batuk

Bagaimana Air Minum Itu Bekerja?

Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta tak terbantah,
seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru.

Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana Melakukan Terapi Air ini ?

Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kami menamakan terapi ini sebagai “usha paana chikitsa”.

Setelah itu anda boleh mencuci muka. Hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.

Apakah mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?

Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini, dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:

Sembelit – 1 Hari
TBC Paru-Paru – 3 Bulan
Kencing Manis – 7 Hari
Asam Urat – 2 Hari
Tekanan Darah – 4 Minggu
Kanker – 4 Minggu

Catatan :
Disarankan agar penderita radang / sakit persendian dan rematik melaksanakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan-selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Kami mohon dengan sangat, metode di atas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara dan tetangga karena hal ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat

” BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA “

Queen Mary 2

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Queen Mary 2


Queen Mary 2 (QM2) adalah nama yang diberikan oleh Ratu Elizabeth II kepada sebuah kapal pesiar terpanjang, tertinggi, terlebar dan termewah di dunia saat ini. Kapal raksasa yang pernah menjadi sarana akomodasi kepala negara dan tamu kehormatan lainnya pada saat acara pembukaan Olimpiade Athena pada tahun 2004 ini dioperasikan oleh Cunard, sebuah maskapai pelayaran ternama.
Kapal yang bernilai 800 juta dollar ini mulai dibuat pada tanggal 16 Januari 2002 di Perancis. Panjang kapal adalah 345 meter, tinggi 72 meter, berat 151.400 ton. Kapal ini memiliki 1.253 orang kru dan mampu menampung penumpang sebanyak 2.592 orang. Bagaikan kota terapung, kapal yang terdiri dari 14 dek (lantai) ini memiliki berbagai fasilitas yang sangat lengkap dan mewah antara lain 5 kolam renang, 10 restoran, teater, perpustakaan, toko, tempat bermain anak, ruang fitness, game center, dan bahkan planetarium.
QM2 memanfaatkan teknologi terkini untuk kenyamanan dan kemudahan penumpangnya. Perpaduan teknologi elektronik dan teknologi informasi dibangun sedemikian rupa dalam suatu sistem manajemen properti (PMS) kapal sehingga menghasilkan suatu layanan all in one. Sistem ini tidak saja mencatat informasi penumpang dan kru kapal tetapi mampu mengelola transaksi penumpang. Alhasil, setiap penumpang akan diberikan sebuah kartu semacam kartu kredit yang dapat digunakan sebagai kartu identitas (pengganti paspor), kunci kamar dan sebagai kartu belanja. Kamar penumpang dilengkapi dengan fasilitas internet, di mana tiap penumpang diberikan alamat email khusus, dan TV digital interaktif yang dapat digunakan untuk sekedar menonton program TV ataupun untuk belanja secara on-line. Selain itu dari TV interaktif ini, penumpang dapat melihat menu makan malam dan memesan makanan atau minuman yang diinginkan, sehingga begitu penumpang tersebut tiba di restoran, pesanan itu sudah tertata di meja. Tagihan juga dapat dimonitor langsung lewat TV interaktif ini.
Pembuatan kapal pesiar yang besar dan canggih ini membutuhkan waktu kurang dari 2 tahun. Pada tanggal 22 Desember 2003, QM2 diserahterimakan di St. Nazaire dan pada keesokan harinya berlayar ke Vigo untuk uji coba. Selanjutnya QM2 dilayarkan lagi dan pada tanggal 26 Desember 2003 akhirnya tiba di kampung halamannya di Pelabuhan Southampton, Inggris. Ratu Elizabeth II membaptis QM2 pada tanggal 8 Januari 2004.
Pelayaran perdana (maiden voyage) QM2, yaitu pelayaran transatlantik selama 14 hari, dilakukan pada tanggal 12 Januari 2004 dari Southampton dengan pemberhentian di Las Palmas dan Santa Cruz de Tenerife dan akhirnya di Pelabuhan Lauderdale, pada tanggal 26 Januari 2004. Konon, tiket perjalanan perdana kapal ini seharga US$ 2.800-37.499…terjual habis!

KISAH POHON APEL

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

KISAH POHON APEL

Posted by safruddin

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini
bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya
waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf
aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon
apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata
pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf
anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon
apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah
sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

NOTE :
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.

Wisata Ujung Genteng

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar enam atau tujuh jam perjalanan bermobil. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.

Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas. Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.

Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan. Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Lokasi ini merupakan kawasan favorit bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.

Disamping objek wisata alam, Ujunggenteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Deklarasi Cahaya

•Agustus 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Deklarasi Cahaya

I

Dengan nama Allah! Menjelmalah tongkat Musa

menjadi perkasa, menelan segala ular

dari sihir peradaban. Tongkat itu pula

yang membelah lautan membuka jalan

pembebasan. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia

II

Sulaiman di singgasana gemilang

yang terbentang sejauh mata memandang

terhampar dari ufuk fajar

hingga malam menjelang. Tak putus-putus

merebahkan kening ke tanah

dalam takjub yang enggan sudah

padaNya, pemilik semesta raya

maka kalbunya pun berpuasa

atas segala kemilau dunia. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.

III

Dengan cinta pada Allah yang tunggal

dan tak berbagi, yang mustahil tanggal

dan abadi, Ibrahim membawa kapak

menghancurkan berhala pada peradaban

dan hatinya sendiri. Di kalbunya hanya Allah

Esa dan dan bercahaya

membikin jiwanya bagai
padang terbuka

lautan luas yang bebas

dan mandiri. Tapi siapa

tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.

IV

Matahari memucat dan rembulan

bagai lilin yang lama padam. Panorama

segera jadi lusuh, kala cahaya wajah Yusuf

tersenyum menerangi dunia.

Perempuan-perempuan jelita

berduyun-duyun menyulut syahwat

memikat Yusuf dalam sepenuh-penuh hasrat.

Tapi Yusuf memilih penjara

bagi tubuhnya, dan merdeka

bagi ruhnya. Terlalu indah CintaNya

dibanding bermilyar perempuan.

Dirangkainya tiap detik dan ingatan

dengan gemerlap nama-nama Tuhan. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.

V

Di sunyi malam ketika angin

menunduk takzim bersama dingin

Muhammad bershalat

melipat seluruh semesta

dalam kalbunya yang sabar dan bercahaya

lalu berangkat menjumpai Tuhannya

dengan sepenuh-penuh rindu

kepada Dia yang esa satu.

Ketika suku Qurays mempersembahkan

singgasana agar dia serahkan hati

pada berhala dan tradisi

leluhur suku yang asli, iapun menampik

bahkan sekalipun matahari

bahkan sekalipun rembulan

kepadanya dipersembahkan, dia tak sudi

menghambakan diri pada peradaban

sebab hanya pada Tuhan

ia temukan kebebasan

sebagai diri dan pribadi.

Dunia tersipu malu

di ujung tikar sembahyang

ketika pada Tuhan, ruh dan tubuhnya

pergi dan pulang. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.